AKSI UNJUK RASA LANJUTAN OLEH REFUGEE ASAL AFGHANISTAN DARI RUDENIM SEKUPANG DAN HOTEL KOLEKTA DI DEPAN PERUM. ROYAL GRANDE TERKAIT DENGAN TUNTUTAN RESETTLEMENT COUNTRY KE KANTOR IOM BATAM

Pada hari Rabu tanggal 12 Januari 2022 sekira pukul 11.05 Wib bertempat di depan Jl. Perum. Royal Grande, Kec. Batam Kota telah berlangsung Aksi Unjuk Rasa lanjutan oleh Refugee asal Afghanistan dari Rudenim Sekupang dan Hotel Kolekta yang diikuti oleh sekitar -/+ 75 orang Pengungsi terkait dengan tuntutan Resettlement Country dan pemerhatian kesehatan Refugees dengan maksimal ke Kantor IOM Batam.

Sebelum pelaksanaan Aksi Penyampaian / Orasi di depan Jl. Perum. Royal Grande, Kec. Batam Kota – Kota Batam, Pengungsi asal Afghanistan bergerak dari Hotel Kolekta maupun Rudenim Sekupang menggunakan kendaraan diantaranya : Bus Trans Batam dan Bus Transmini Batam, selanjutnya berkumpul di Taman Tuah Melayu (depan Edukits), Kec. Batam Kota sebanyak -/+ 75 Orang pengungsi kemudian melaksanakan Long March (berjalan kaki) menuju Perum. Royal Grande Blok H No. 7 (Kantor IOM Batam), Kec. Batam Kota untuk melaksanakan orasi.

Adapun tuntutan Aksi dari Pengungsi Afganistan, yaitu :
1). Para Pengungsi meminta IOM Batam agar mendukung proses perpindahan Negara ke-3 (Resettlement Country) dapat terlaksana dengan cepat dan maksimal , hal tersebut dikarenakan Pengungsi menganggap Pihak UNHCR tidak bekerja dengan maksimal terkait dengan permintaan perpindahan Negara ke-3, adapun tujuan Resettlement Country pengungsi Asal Afghanistan antara lain : Kanada, New Zealand, Australia dan Amerika Serikat. 2). Menuntut untuk segera dipindahkan dengan tujuan demi keselamatan jiwa pengungsi, masa depan pengungsi yang dilatarbelakangi oleh rasa frustasi dan depresi semenjak Taliban berkuasa di Negara Afghanistan yang mengancam jiwa keluarga Pengungsi di Negara Afghanistan.

Adapun alat peraga yang digunakan selama orasi adalah 1 (satu) unit Toa, dan 15 (lima belas) pcs Spanduk.

Aksi tersebut dilakukan dengan membawa Spanduk yang bertuliskan, antara lain :
a. “14 Refugees Commited Suicide”
b. “SOS RESSETLEMENT”
c. “AFGHANISTAN IS NOT SAFE”
d. 9 Years Enough
e. We Are Human Not Product
f. SOS Why no one cares regarding the future of refugees
g. SOS kami minta perpindahan ke negara tujuan
h. SOS refugees call on you to take action.
i. Afghan Refugees Life In AUSTRALIA, USA, CANADA, NEW ZEALAND.
j. We Hope Our Cry for freedom could be heard by third Resettlement Countries !
k. Refugees have been hostage in Indonesia in the basis of Business and in human Policies.
l. Please stop business & inhuman policies and free the refugees from Indonesia.
m. Australia please help the refugees in Indonesia
n. IOM – UNHCR your Protection is Killing Refugees
o. Stop Modern Slavery !
p. Nyawa Pengungsi Afghanistan di Indonesia, apakah 8 Tahun tidak cukup lama ?

Selanjutnya perwakilan pengungsi asal Afganistan (Sdr. Matiullah Sadi) dari Hotel Kolekta melakukan orasi di depan Perum. Royal Grande, Kec. Batam Kota dengan penyampaian, sbb :
a. Kami meminta tolong kepada Pihak Kepolisian untuk mendukung Hak Asasi Manusia kami dalam mendapatkan Perpindahan Negara ke-3 (Resettlement Country) kepada UNHCR Batam.

b. Kami berterimakasih kepada Masyarakat Indonesia yang telah memberikan kami tempat tinggal di Negara Indonesia dan berterimakasih kepada Pihak Kepolisian Batam dan Imigrasi Batam yang telah menjamin keamanan kami selama di Kota Batam.

c. Kami merasakan depresi berat dengan situasi yang ada di Negara Afghanistan semenjak dikuasai oleh Taliban, kami sudah lama menunggu penantian proses Resettlement Country yang sudah lebih dari 5 s/d 8 Tahun selama di Negara Indonesia.

d. Kami meminta tolong kepada IOM Batam agar lebih memperhatikan Kesehatan Pengungsi dan mendukung untuk mempush UNHCR agar Proses Resettlement Country dapat terlaksana dengan baik dan maksimal.

e. Membicarakan tentang kondisi para pengungsi di Indonesia dibawah naungan IOM, saya mewakili atas nama Community Refugees Afghanistan ingin menyampaikan 8 pesan-pesan, sbb :

  • IOM tidak jujur ​​dengan pengungsi. Karena pada bulan November, dihadapan polisi, imigrasi, pemerintah, dan pengungsi IOM berjanji pada akhir Desember 2021, akan tunjukkan 20 kasus untuk mendapatkan ressetlemnt tapi Masih belum ada apa-apa.
  • IOM secara sepihak mendukung dari UNHCR dalam pertemuan di meeting dengan (polisi, imigrasi, pemerintah dan pengungsi), jadi sekarang harus bertanggung jawab atas proses kami juga.
  • Jikalau IOM jujur, kenapa IOM tidak minta pertemuannya dengan para pengungsi di hari lain? Kenapa IOM minta bertemunya pas hari ini kami ingin melaksanakan demonstrasi
  • IOM Alih-alih mendengar suara para pengungsi di depan kantornya, kenapa dia pergi balik ke pintu kamar pengungsi dan bertanya siapa yang ikut ke demonstrasi?
  • Pihak kami bukan IOM Batam, tapi pihak kami adalah IOM Jakarta dan IOM seluruh Indonesia
  • IOM Batam tidak mampu selesaikan masalah proses Pengungsi dan tujuan kami adalah membuat suara kami didengar seluruh dunia.
  • Tujuan para pengungsi hanya praktis mendapatkan suaka / Resettlement Country (perpindahan negara ke-3) bukan janji palsu dan kurang dari itu, Kami tidak akan berhentikan demonstrasi Kami dengan cara apa pun.
  • Semua pengungsi berada dalam situasi yang buruk karena proses resettlement yang sangat lama, kami merasakan pendertitaan dan cedera mental dan fisik dan saat ini sedang mengalami kematian bertahap.
  • Salam Hormat kami atas nama Penungsi Afghanistan di Kota Batam.

f. We need a Justice”, Justice-justice …. “
g. We Want a Process, We Want a Resettlement … “
h. Kami sudah capek , cukup-cukup 10 (sepuluh) tahun sudah cukup …. “
i. UNHCR and IOM Wake up – wake up …. “
j. Manusia-manusia, kami juga manusia, Tolong bantu kami, kami juga manusia …. “
k. Human Right Human Rights, We Want a Human Right …. “

Sekira pukul 12.35 Wib penyampaian orasi oleh Gabungan Refugees Afganistan dari Hotel Kolekta dan Rudenim AND Sekupang di depan Perum. Royal Grande, Kec. Batam kota selesai dilaksanakan dan selanjutnya Refugees membubarkan diri secara tertib dan pulang ke Community House dengan menggunakan kendaraan Bus Trans Batam, Taxi Grab Online, Maxim Online dan Mobil Bus Trans Mini Batam, selama kegiatan berlangsung situasi terdapat dalam keadaan aman dan terkendali.