RAPAT KOORDINASI TIM TERPADU PENANGANAN KONFLIK SOSIAL DI KOTA BATAM

TANGGAL 14 JUNI 2022-06-14
DI RUANG HANG NADIM, LT.4 KANTOR WALIKOTA BATAM

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi Tim Terpadu Penananganan Konflik Sosial di Kota Batam; Menyusun Rencana Aksi Terpadu Penanganan Konflik Sosial tingkat Kabupaten/Kota; Mengarahkan penanganan konflik sosial di Kota Batam; Mengendalikan, dan mengawasi penanganan konflik di Kota Batam;
Memberikan informasi tentang pencegahan, penanganan dan pemulihan; Merespon secara cepat dan menyelesaikan secara damai semua permasalahan yang berpotensi menimbulkan konflik; Menggali Informasi tentang kejadian yang timbul di masyarakat berdasarkan tugas pokok dan fungsi masing-masing instansi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Instansi vertikal dan Organisasi Perangkat Daerah yang merupakan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di Kota Batam, dan telah di tetapkan dengan Surat Keputusan Walikota Batam.

Acara dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan KESRA, Yusfa Hendri. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa:
Kota Batam merupakan kota yang penuh dengan keberagaman, hal ini menjadikan Kota Batam mempunyai resiko konflis yang besar. Maka perlu adanya sinergitas antar Instansi Pemerintah untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan Kota Batam. Kota Batam tidak mempunyai Sumberdaya Alam, sehingga kondisi aman, nyaman dan kondusif sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan perekonomian Batam. Ada beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan oleh Tim Terpadu ini dalam penanganan konflik antara lain:
• Memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial tentang penanganan konflik. Atau ajakan untuk mewaspadai konflik. Misalnya video dengan menggunakan beberapa bahasa daerah seperti aceh dan daerah lain. Dapat juga nanti dibuat sebuah buku yang menjadi inovasi daerah ita dalam penanganan konflik. Menjadi pilot project dan contoh bagi daerah lain.
• Membuat Kesepakatan bersama tentang penanganan konflik sosial, ditandatangani semua Instansi. Dan dipasang di kantor. Sehingga bisa menjadi pengingat kita bersama.

Kaban Kesbangpol, Riama Manurung menyampaikan harapan kepada Tim Terpadu yang telah dibentuk dengan SK Walikota Batam ini dapat bersinergi dengan baik, terjadi Koordinasi yang baik. Meskipun tidak bisa melaksanakan rapat secara rutin, namun dapat berkoordinasi dan berkomunikasi dengan menggunakan Group WhatsApp. Dari Data yang ada di Kesbangpol Kota Batam, konflik tahun 2021 ada 13 kasus dan 8 kasus terselesaikan, Aksi Unjuk rasa Pengungsi Afganistan sebanyak 10 kali, Penolakan SUTT 6 kali dan buruh 5 kali. Sedangkan di Tahun 2022 sampai dengan Juni ini pengungsi Afganistan sudah melakukan unjuk rasa sebanyak 15 kali.
Disampaiakn juga bahwa, konflik keagamaan bukannya tidak ada tetapi hanya tidak nampak dan tidak viral saja.
Hadir sebagai Pemateri dari Danramil 03 Nongsa, Kapten Inf Hp. Siregar menyampaikan Materi tentang: Konflik Sosial.
Pemateri kedua, Penyusun Bahan Pembinaan Masjid, Kantor Kemenag Kota Batam, Resdin Efendi Pasaribu menyampaikan materi : Pembinaan dan Penyelesaian Konflik Antar Umat Beragama.
Dalam Rapat Koordinasi ini Kasat Intelkam Polresta Barelang, Yudiarta Rustam, menyampaikan bahwa:
Menyambut tahun 2024 ini semua hal bisa menjadi pemicu konflik. Hal yang sepele akan menjadi pemicu, digoreng dan ditunggangi orang-orang yang mempunyai kepentingan disitu.
Issu Agama merupakan issu yang sering digunakan untuk memicu konflik
Pengungsi Afganistan sangat sulit untuk diberi pemahaman, tentang hak mereka. Tindakan yang mungkin dapat diambil adalah Goverment to Goverment, dengan upaya memindahkan pengungsi ini ke Bintan. Karena di Bintan ada 500 space kosong yang dapat diisi mereka untuk tinggal disana. Jika tidak mau dipindahkan kita paksakan.
Media sosial dan jejaring sosial sangat sulit dipantau, maka semua pihak harus berhati-hati dan bijak dalam ber-media sosial